Dikukuhkan Jadi Bapak Asuh, Pangdam XVII Cenderawasih Komitmen Bantu Percepat Turunkan Stunting di Papua

JAYAPURA—Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengukuhkan Panglima Kodam XVII Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa menjadi Bapak Asuh Anak Stunting.

Pada pengukuhan di aulaTony A. Rompis di Markas Kodam XVII/Cenderawasih di Jayapura, Kamis (13/10/2022) itu Mayjen Muhammad Saleh mengatakan akan bekerja sama dengan semua pihak, termasuk juga Babinsa dan Babinkamtibmas untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting di Papua.

“Kami saat mengikuti kegiatan di pusat beberapa waktu lalu sudah mendapat perintah dari Bapak Presiden, bahwa (TNI) Angkatan Darat siap mendukung program percepatan penurunan stunting. Kami sadar bahwa kegiatan ini perlu dukungan dan kerja sama dari banyak pihak, butuh kerja sama dari BKKBN, Babinsa, Babinkamtibmas, dan pihak-pihak lain,” kata Mayjen Muhammad Saleh dalam sambutannya.

Pengukuhan Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen Muhammad Saleh ditandai dengan penyematan selendang oleh Sekretaris Utama BKKBN Tavip Agus Rayanto. Dalam pengukuhan itu hadir Komandan Lantamal X Jayapura Brigjen TNI (Mar) Feryanto P. Marpaung, Komandan Pangkalan Udara Silas Papare Kolonel Pnb. Moch. Dadan Gunawan, S.T., M.M., CHRM, Pejabat Walikota Jayapura diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kota Jayapura Evert Meraudje.

Selanjutnya dalam sesi wawancara, Pangdam XVII / Cenderawasih menyatakan komitmennya untuk membantu percepatan penurunan stunting di Provinsi Papua.

“Komitmen kami dari Kodam XVIII/Cenderawasih ini adalah mendukung percepatan penurunan stunting tentunya lewat stakeholder terkait dalam hal ini kita akan dibimbing juga dengan BKKBN. Kemudian pos posyandu yang ada di wilayah itu kita akan perankan juga sehingga nanti mulai dari proses pendataan, pelaksanaan sampai akhirnya kita akan data sejauh mana penurunannya,” jelas Mayjen TNI Muhammad Saleh.

Rencananya dalam waktu dekat Kodam XVII/Cenderawasih juga akan melaksanakan beberapa agenda melanjuti perannya dalam percepatan penurunan stunting, yakni adanya pembenahan dengan meminta para Dandim agar dapat bekerja sesuai data yang nantinya dikonsultasikan dengan BKKBN sehingga memiliki sasaran dan target yang jelas dan menghasilkan pencapaian yang terukur.

Dalam sambutannya Sekretaris Utama BKKBN Tavip Agus Rayanto mengapresiasi Pangdam XVII Cenderawasih atas kesediaan menjadi Bapak Asuh Anak Stunting.

“Besar harapan kami Bapak Pangdam XVII Cenderawasih dapat memonitor pelaksanaan kegiatan pencegahan stunting khususnya di lingkungan Kodam XVII Cenderawasih. Salah satu diantaranya melalui Kelompok Bina Keluarga Balita Mimosa yang telah dilakukan oleh Persit Candra Kirana di WIlayah Kodam XVII Cenderawasih,” kata Tavip.

Menurut Tavip, BKKBN berharap agar ada motivasi anggota TNI Kodam XVII/Cenderawasih dalam memeriksa kesiapan mereka untuk memulai membangun keluarga melalui aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah Siap Hamil) dan menjaga kesehatan keluarga melalui pengaturan jarak kelahiran dengan penggunaan kontrasepsi.

Tavip mengatakan program Bapak Asuh Anak Stunting merupakan gerakan gotong royong seluruh elemen bangsa dalam mempercepatan penurunan stunting yang menyasar langsung keluarga berisiko stunting, sehingga diharapkan dapat menyediakan ruang kontribusi bagi pemangku kepentingan untuk turut ambil bagian dalam percepatan penurunan stunting.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Drs. Nerius Auparay, M.Si, dalam menyampaikan laporannya mengucapkan terima kasih kepada Pangdam XVII/Cenderawasih yang telah menginisiasi acara dan bersedia dikukuhkan sebagai Bapak Asuh Anak Stunting.

“Kami ucapkan terima kasih untuk kesediaan Pangdam XVII/Cenderawasih sebagai Bapak Asuh Anak Stunting, dan kami laporkan untuk Provinsi Papua, beberapa lembaga telah berpartisipasi dalam program Bapak Asuh Anak Stunting diantarayanya Bank Rakyat Indonesia dan Persit Kartika Kodam XVII/Cenderawasih,” kata Nerius Auparay.

Dirinya menegaskan bahwa BKKBN akan terus berkolaborasi dengan lintas sektor sesuai amanat Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang pada tahun 2024 nanti angka prevalensi stunting ditargetkan turun mencapai 14 persen.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan kepada keluarga berisiko stunting sejumlah 4 keluarga. Diharapkan dengan adanya bantuan ini dapat menjadi langkah awal dalam mengawal upaya percepatan penurunan stunting.

Sementara itu dalam rangkaian kegiatan pengukuhan ini turut dihadirkan beberapa stand BKKBN seperti Pelayanan KB, Kelompok BKB (Bina Keluarga Balita) Mimosa, Penggunaan Aplikasi Elsimil kepada Anggota TNI yang akan menikah, dan DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) yang dikunjungi oleh Pangdam beserta rombongan. n

Penulis: TCK
Editor: KIS

Tanggal Rilis: Kamis, 13 Oktober 2022

Media Center BKKBN
mediacenter@bkkbn.go.id
0812-3888-8840
Jl. Permata nomor 1
Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur

Tentang BKKBN

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunanan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.