Workshop Perumusan Isu Pengendalian Penduduk Dalam Rangka Hari Kependudukan Dunia Tahun 2022

Jayapura – Perwakilan BKKBN Provinsi Papua berkomitmen dalam pengendalian penduduk melalui pembangunan keluarga berkualitas dengan menyelenggarakan Workshop Perumusan Isu Pengendalian Penduduk Dalam Rangka Momentum Hari Kependudukan Dunia Tahun 2022, di salah satu hotel di Abepura secara offline dan online melalui Zoom Meeting, Selasa (26/07). Workshop tersebut melibatkan OPD di lingkungan Pemda Provinsi Papua, OPD/KB Kab/Kota se-Provinsi Papua, perwakilan mahasiswa dari bebebara universitas, PLKB, dan tamu undangan.

“Hari Kependudukan Dunia setiap tahun diperingati di seluruh dunia. Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menetapkan bahwa tahun ini tepatnya pada bulan November 2022, penduduk dunia akan mencapai 8 miliar orang. Momentum ini sebagai refleksi untuk memperhitungkan dan mendorong aksi kemana arah perkembangan penduduk” ucap Koordinator Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Papua saat membacakan sambutan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua.

Sarwandi, SE., Kooordinator Bidang Pengendalian Penduduk membacakan sambutan

Pada Hari Kependudukan Dunia 2022, Badan Kependudukan PBB (UNFPA) bersama BKKBN berusaha meningkatkan kesadaran tentang ketahanan demografi. Dimana ketahanan demografi itu proaktif, yakni menekankan pada pentingnya mengantisipasi dan merencanakan perubahan demografi dan berinvestasi pada pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender, dan akses pekerjaan yang layak. Selanjutnya ketahanan demografi itu transformatif, yakni menekankan pada pentingnya mempertimbangkan ulang norma-norma tradisional yang terkait peran-peran laki-laki dan perempuan dalam keluarga dan masyarakat yang menghalangi masyarakat dalam mengubah tantangan demografi menjadi peluang.

Pelaksanaan program pengendalian penduduk merupakan aspek penting dalam upaya mewujudkan keberhasilan pembangunan daerah. Kuantitas penduduk, kualitas penduduk, dan mobilitas penduduk menjadi instrumen yang sangat berpengaruh dalam menentukan arah kebijakan dan strategis yang digunakan guna mewujudkan keberhasilan rencana pembangunan.

Fokus yang diangkat dalam workshop ini adalah Dunia Dengan 8 Miliar Orang: Memastikan Hak dan Pilihan Untuk Semua Menuju Ketahanan Demografi, dan mengutamakan pada pemuda dan lansia (lanjut usia). Maka pembahasan mengenai pendidikan, kesehatan dan akses infrastruktur tidak lepas dalam workshop.

Alfasis Romarak AP, Staf Pusat Studi Kependudukan Universitas Cenderawasih

“Dalam memanfaatkan peluang bonus demografi perlu penciptaan lapangan pekerjaan di perkotaan dan pedesaan. Dalam mewujudkan investasi terhadap pemuda diperlukan pemetaan karakteristik dan keterampilan yang dibutuhkan, baik melalui pelatihan praktis, perkembangan teknologi, dan pemberian beasiswa. Kemudian pemerintah dapat berupaya memenuhi hak dasar lansia melalui program-program untuk lansia demi menciptakan lansia yang tangguh.” jelas Alfasis Romarak AP, Staf Pusat Studi Kependudukan Universitas Cenderawasih, saat menyampaikan rekomendasinya. (TK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.