Pembekalan Kepada Mahasiswa Peduli Stunting di Fakultas Kesehatan Masyarakat

Jayapura_ Bertempat di ruang kuliah S2, Gedung FKM Uncen, Sekretaris Badan Perwakilan BKKBN Papua Arianto Gamar, SH memberikan pembekalan kepada mahasiswa  Peduli Stunting pada hari Jumat (17/06/2022).  Menurutnya salah satu isu penting dalam upaya peningkatan kualitas penduduk saat ini adalah permasalahan tingginya prevalensi stunting. Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya yang di bawah standar. Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021, angka prevalensi stunting Indonesia adalah 24,4%. Hasil studi yang sama menunjukan bahwa angka prevalensi stunting Provinsi Papua tercatat berada di angka 29,5% di Tahun 2021. Angka tersebut menunjukan bahwa tingkat prevalensi stunting Provinsi Papua masih di atas rata-rata nasional.

Isu stunting saat ini telah menjadi isu prioritas nasional. Hal tersebut diwujudkan melalui hadirnya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang secara rinci menjabarkan strategi nasional dalam upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia. Percepatan penurunan stunting di Indonesia bertujuan untuk menurunkan angka prevalensi stunting, meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan, dan meningkatkan akses air minum dan sanitasi. Pemerintah menargetkan penurunan angka prevalensi stunting menjadi 14% di Tahun 2024.

Penanggulanan stunting tentu menjadi tanggungjawab kita Bersama. Percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara Bersama-sama dengan saling berkoordinasi dan berkolaborasi antar lintas sektor. Salah satunya adalah dilakukan melalui program Mahasiswa Peduli Stunting (Penting) yang merupakan program kolaborasi antara BKKBN dan Perguruan Tinggi.

Mahasiswa Penting merupakan upaya pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa kepada keluarga beresiko stunting, yaitu remaja/calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca persalinan, dan keluarga yang memiliki nak usia 0-59. Mahasiswa memiliki potensi dalam melakukan edukasi kepada masyarakat. Sekaligus mengaplikasikan ilmu dalam memberdayakan masyarakat.

Kegiatan ini juga merupakan salah satu wujud nyata Kerjasama Perwakilan BKKBN Provinsi Papua dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat UNCEN yang tertera dalam Kesepahaman Bersama (MoU) antara Perwakilan BKKBN Provinsi Papua dan FKM Uncen yang ditandatangani pada pelaksanaan Rapat Kerja Daerah Program BANGGA KENCANA Tahun 2022.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.