Review Program Bangga Kencana di BKKBN Papua Tahun 2021

Jayapura_Melalui webinar yang dibuka secara langsung oleh kepala Perwakilan BKKBN Papua Drs.Nerius Auparai,M.Si., Perwakilan BKKBN Provinsi Papua menggelar Rapat Telaah Tengah Semester (Reviuw) program Bangga kencana , Rabu 27/10/2021.

Dalam sambutannya Nerius menyampaikan bahwa Pelaksanaan Program Bangga Kencana pada semester I tahun 2021 masih dalam situasi pandemik Covid-19. Namun demikian program masih dapat berjalan meski belum optimal. Pertemuan ini sekaligus menyikapi kendala yang muncul selama pelaksanaan program dan kegiatan pada semester I Tahun Anggaran 2021, dan menyusun Rencana Aksi sisa waktu pada semester II Tahun Anggaran 2021.

“Pada tahun ini kita sudah memasuki tahun kedua Rencana Pembangunan Jangkah Menengah Nasional atau RPJMN. Yang sudah dijabarkan dalam RENSTRA di Tingkat Provinsi melalui Keputusan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Nomor: 1304 Tahun 2020, tentang RENSTRA Tahun 2020-2024.

Dalam mencapai apa yang sudah diamanahkan dalam program prioritas nasional tersebut dibutuhkan suatu pemaduan dan sinkronisasi kebijakan baik pusat maupun daerah. Dimana menitikberatkan pada penekanan dan penguatan koordinasi, kolaborasi, dan sinkronisasi antar Sektor dalam mendukung program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), jelasnya”.

Dan dalam upaya mendukung pelaksanaan Program Bangga Kencana bersama mitrakerja bisa dilakukan beberapa hal, diantaranya:

  1. Menjalankan program Keluarga Berencana yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan penduduk dan kontrasepsi, namun menjadikannya sebagai ujung tombak dalam membangun bangsa agar memiliki sumber daya manusia yang unggul dan produktif, serta menciptakan keluarga sejahtera lahir batin, harmonis dengan anak-anak yang berkualitas;
  2. Seluruh jajaran BKKBN dalam rangka membangun keluarga  sejahtera dapat menjadikan upaya percepatan penurunan prevalensi stuntingsebagai prioritas, yang merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang program penurunan Stunting,
  3. Dapat mengintensifkan program KB yang dapat menjangkau seluruh masyarakat, mulai dari remaja putri, calon ayah, ibu hamil dan menyusui, anak balita, serta seluruh lapisan masyarakat lainnya;
  4. Koordinasi dengan sector/ lembaga terkait untuk memastikan sinergitas dan konvergensi dari berbagai program;
  5. Kampanye BKKBN terutama yang ditujukan untuk generasi milenial. Kampanye untuk menekan pernikahan dini, perlu terus digalakkan. Melalui pendekatan yang lebih humanis, dekat dengan generasi muda dengan memanfaatkan teknologi media yang semakin maju;   ·
  6. Melakukan kampanye dan penjangkauan masyarakat dengan cara yang tepat agar tercapai perubahan perilaku yang diharapkan;
  7. Mendukung prioritas pembangunan SDM Unggul, melalui Penurunan Angka Stunting.

Nerius juga menjelaskan bahwa dalam mendukung pelaksanaan Program Penurunan Stunting, di Kabupaten/Kota sedang disibukan dengan pendataan Team Pendamping Keluarga, dan dalam waktu dekat akan segera dilaksanakan orientasi bagi para Team Pendamping Keluarga tersebut, diharapkan dalam pendataan Team Pendamping Keluarga ini sudah selesai semuanya.

Peserta rapat telaahan (Review) yaitu seluruh ASN Perwakilan BKKBN Papua termasuk PLKB/PKB dan Kepala OPD-KB Kabupaten/Kota Se-Provinsi Papua. (S.M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.