BKKBN PAPUA GELAR PELATIHAN TEKNIS BKB HI DAN PENCEGAHAN STUNTING BAGI OPD KB KAB./KOTA BERBASIS VIRTUAL LEARNING

Jayapura_Dalam rangka meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan OPD-KB  dalam Pengasuhan Anak Usia Dini dan Pencegahan Stunting melalui Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Perwakilan BKKBN Provinsi Papua melalui Bidang Pelatihan dan Pengembangan menyelenggarakan Pelatihan Teknis BKB HI dan Pencegahan Stunting bagi OPD-KB kab./kota berbasis virtual learning dari tanggal 28 September – 1 Oktober 2021.

Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan penguatan informasi kepada OPD KB kab./kota khususnya bidang yang menangani kegiatan BKB HI, sehingga  OPD KB tersebut dapat secara optimal mendukung dan membina secara rutin pelaksanaan kegiatan kelompok BKB di kabupaten/kota.

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh kepala Perwakilan BKKBN Papua Drs.Nerius Auparay,M.Si. Beliau menjelaskana bahwa kegiatan peningkatan kualitas Sumber daya Manusia merupakan satu pilar utama bagi pembanguanan. Karena SDM sangat menentukan kemajuan suatu bangsa terutama di Papua. Kualitas SDM dicerminkan oleh derajat kesehatan, tingkat elegensi, kematangan emosional, dan spiritual yang ditentukan kualitas anak sejak janin dalam kandungan hingga umur 6 tahun. Dan ini yang harus dilakukan oleh bina keluarga balita Holistik karena kita membutuhkan SDM yang unggul, cerdas produktif yang merupakan asset sangat berharga bagi bangsa dan Negara,

“Jadi harapan saya bapak/ibu  mengikuti dengan baik setelah ini ada kontribusi dari apa yang di ikuti untuk program, meskipun hanya melalui virtual saya harap peserta dapat mengikuti dengan baik. Karena ada Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 tentang PAUD HI, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin terpenuhinya hak tumbuh kembang anak usia dini dalam hal pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, serta perlindungan dan kesejahteraan anak. Tujuan PAUD Holistik Integratif, secara umum adalah terselenggaranya layanan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif menuju terwujudnya anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia,jelasnya”.

Nerius juga menjelaskan bahwa ada yang lebih penting lagi untuk di sosialisasikan dengan baik kepada masyarakat yaitu tentang stunting. BKKBN memiliki tugas yang cukup berat, selain tugas utama kita untuk meningkatkan implementasi Program Pembangunan Keluarga, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), BKKBN mendapat mandat yang sangat strategis untuk berkontribusi terhadap upaya Percepatan Penurunan Stunting Masalah stunting penting untuk diselesaikan, karena berpotensi mengganggu potensi sumber daya manusia dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian anak.

Selain itu Nerius juga menjelaskan bahwa BKKBN memiliki program tribina, untuk itu diharapkan agar OPD-KB kabupaten/Kota dapat menangani dengan baik, dan juga jangan lupa memberikan laporan dari masing-masig kabupaten/kota ke Provinsi berkaitan dengan kegiatan-kegiatan tribina tersebut.

Sejumlah narasumber pada kegiatan ini antara lain yaitu THEODORA PANJAITAN (WI ahli utama BKKBN PUSAT), ASMY Elviana, S. Psi, M. Si, Psi (Sub Koordinator Evaluasi dan Pelaporan BKB dan Anak), Kordinator bidang pelatihan & pengembangan, Kordinator bidang KS/PK , dan para WI di BKKBN Papua. S.M

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *