Laju Pertumbuhan Penduduk Papua 2020

Baru-baru ini Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil Sensus Penduduk 2020. Salah satu indikator statistik yang menarik dicermati adalah laju pertumbuhan penduduk (LPP) Provinsi Papua. Jumlah penduduk Provinsi Papua Tahun 2020 tercatat 4,3 juta jiwa atau meningkat 1,47 juta jiwa jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di Tahun 2010 (2,8 juta jiwa). Dengan demikian, LPP Provinsi Papua Tahun 2020 mencapai 4,13 persen per tahun. Pertumbuhan Penduduk di Papua sebesar 4 persen ini menduduki peringkat pertama di seluruh Indonesia berdasarkan hasil Sensus Penduduk Tahun 2020.

Pertumbuhan Penduduk di Provinsi Papua sepanjang 10 tahun terakhir memang lebih rendah dibandingkan laju pertumbuhan penduduk Papua dari tahun 2000 ke tahun 2010 yang hanya sebesar 5,39 persen. Tetapi angka empat persen sejatinya masih sangat tinggi. Tingginya pertumbuhan penduduk di Papua salah satunya disebabkan oleh tingkat fertilitas yang masih tinggi. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2017 mencatat angka kelahiran total/ total fertility rate (TFR) Provinsi Papua Tahun 2017 adalah sebesar 3,3. Angka TFR menjelaskan bahwa jumlah anak rata-rata yang dilahirkan seorang wanita selama masa usia suburnya di Provinsi Papua adalah sebanyak 3 hingga 4 anak.

Tingginya tingkat fertilitas dalam konteks sosial disebabkan oleh berbagai macam faktor. Di Papua sendiri, masih banyak didapatkan perempuan-perempuan di usia muda (kurang dari 20 tahun) yang sudah menikah dan memiliki anak. Survei Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SKAP) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Tahun 2019 menunjukan bahwa angka kelahiran pada remaja 15-19 tahun adalah sebesar 90/1.000 penduduk remaja 15-19 tahun. Angka tersebut sangat tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata angka nasional, yaitu 33/1.000 penduduk remaja 15-19 tahun.

Faktor lain yang menyebabkan tingginya angka kelahiran total adalah masih rendahnya usia kawin pertama perempuan di Provinsi Papua. SKAP BKKBN 2019 mencatat median usia kawin pertama perempuan di Provinsi Papua Tahun 2019 adalah 20,5 tahun. Angka tersebut masih di bawah usia kawin ideal yang disarankan oleh BKKBN, yaitu 21 tahun untuk perempuan.

Upaya pengendalian laju pertumbuhan penduduk melalui penurunan angka kelahiran total sangat dipengaruhi oleh partisipasi masyarakat dalam program keluarga berencana. Program keluarga berencana tidak hanya membantu negara menjaga kestabilan pertumbuhan penduduk secara makro tetapi juga menolong keluarga untuk meningkatkan kesejahteraannya secara mikro. Keluarga dengan jumlah anak terkendali lebih bisa mencapai pendidikan setinggi-tingginya, memperoleh layanan kesehatan lebih optimal, dan memiliki peluang ekonomi lebih besar di masa depan.

Faktor lain yang menyebabkan pertumbuhan penduduk sangat tinggi yaitu tingkat migrasi penduduk ke Papua yang juga tinggi. Dalam sepuluh tahun terakhir, berbagai pemekaran wilayah dan pembukaan lahan dengan masuknya berbagai mega proyek di Papua menyebabkan daya Tarik ekonomi di Papua semakin menggiurkan. Alhasil, banyak penduduk Indonesia yang bermigrasi ke wilayah Papua untuk memperoleh penghidupan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.