BKKBN Papua Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelola Program Analisis Dampak Kependudukan Tingkat Provinsi dan Kabupaten/kota

Jayapura_ Dalam rangka meningkatkan kapasitas pengelola program pengendalian penduduk khususnya terkait analisis dampak kependudukan Perwakilan BKKBN Papua menyelenggarakan Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelola Program Analisis Dampak Kependudukan Tingkat Provinsi dan Kabupaten/kota melalui virtual meeting pada kami, 16/9/2021.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Perwakilan BKKBN Papua yang di wakili oleh Koordinator Bidang Pengendalian Penduduk, Sarwandi, SE. Dalam sambutannya beliau menjelaskan bahwa Pelaksanaan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana atau disingkat BANGGA KENCANA mengalami banyak tantangan saat ini. Berbagai upaya dan perbaikan terus dikembangkan guna merespon perubahan lingkungan strategis pelaksanaan program.

Sarwandi,SE (Koordinator Bidang Pengendalian Penduduk)

Secara khusus pelaksanaan program pengendalian penduduk di daerah, ditetapkan sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing. Perkembangan kependudukan dimaksud dilakukan untuk mewujudkan keserasian, keselarasan, dan keseimbangan antara kuantitas, kualitas, dan persebaran penduduk dengan daya dukung alam dan daya tampung lingkungan guna menunjang pelaksanaan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Kebijakan pengendalian kuantitas penduduk secara nasional maupun daerah dilakukan di antaranya melalui analisis dampak kependudukan dan penanganan isu-isu kependudukan di daerah provinsi dan kabupaten/kota. Analisis dampak kependudukan diperlukan untuk menilai dampak negatif dan positif dinamika kependudukan yang terjadi terhadap aspek sosial, ekonomi, daya dukung alam, daya tampung lingkungan, politik dan pertahanan keamanan. Hasil analisis dampak kependudukan menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan strategis dalam merespon isu-isu kependudukan yang terjadi saat ini.

Sarwandi juga menjelaskan bahwa Perwakilan BKKBN Provinsi Papua sejak Tahun 2014, hampir setiap tahun membuat kajian dampak kependudukan dengan isu lokal di Provinsi Papua. Kajian dilakukan melalui kerjasama dengan para praktisi dan akademisi. Di Tahun 2014 kami melakukan kajian kesehatan dan pendidikan menyongsong Bonus Demografi di Provinsi Papua dan di Kabupaten Sarmi. Di Tahun 2015 kami membuat kajian partisipasi stakeholder lokal dalam pelaksanaan program KB di Kabupaten Jayapura.

Di Tahun 2017 kami melakukan kajian terkait Hubungan Antara Pendapatan Petani Terhadap Pendidikan Formal Anak-anaknya di Kampung Yamara dan Wonorejo Kabupaten Keerom yang bekerja sama dengan Ikatan Praktisi dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI), jelasnya”.

Slamet Sutiyono,S.Sos (Koordinator Bidang Pengendabangan Analisis Dampak Kependudukan dan Keluarga BKKBN RI)

Kajian-kajian kependudukan berbasis kearifan lokal yang ada saat ini masih jauh dari kata cukup. Saya menghimbau kepada Bapak/Ibu untuk teman-teman di OPD-KB Kabupaten/ Kota untuk bisa melakukan kajian kependudukan di wilayahnya masing-masing sebagai salah bentuk upaya strategis pelaksanaan program BANGGA KENCANA. Pelaksanaan kajian dapat dititik beratkan pada lingkup wilayah terkecil, yaitu kampung dengan memanfaatkan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) yang sudah ada di masing-masing wilayah. Total terdapat 530 Kampung KB di Provinsi Papua yang tersebar pada 29 kabupaten/kota. Penanganan isu-isu kependudukan di Kampung Keluarga Berkualitas dilakukan juga melalui Kerjasama lintas sektor dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kita harus sama-sama bergerak Menyusun Langkah strategis dan inovasi program untuk mendorong pencapaian program BANGGA KENCANA di Tahun 2021. Isu stunting menjadi topik penting dalam pelaksanaan program BANGGA KENCANA saat ini. Amanat yang diemban BKKBN sebagai ketua pelaksana program percepatan penurunan stunting membutuhkan Langkah-langkah strategis dalam upaya menurunkan angka stunting menjadi 14% di Tahun 2024,ungkapnya”.

Kegiatan ini diikuti oleh pengelola program pengendalian penduduk OPD-KB, PKB/PLKB Kabupaten/Kota se-Provinsi Papua dan mitra kerja BKKBN dan selaku narasumber pada kegiatan ini yaitu Slamet Sutiyono, S.Sos (Koordinator Bidang Pengendabangan Analisis Dampak Kependudukan dan Keluarga BKKBN RI); Rosana Saiya, SE dan Dra.Hj.Suratminah,M.Si ..(S.M)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *