Gerak Papua Cegah Stunting Dalam Webinar 100 Profesor Bicara Stunting

Jayapura – Bidang Pelatihan dan Pengembangan Perwakilan BKKBN Provinsi Papua menyelenggarakan Webinar 100 Profesor Bicara Stunting dengan judul Gerak Papua Cegah Stunting Kitorang Bisa! Webinar ini terselenggara atas kerjasama BKKBN dengan Asosiasi Profesor Indonesia (API) pada Rabu (07/07) pagi.

 

Kegiatan yang menghadirkan narasumber para professor dari beberapa universitas ini diikuti oleh Deputi Lalitbang BKKBN RI, Kepala OPD KB Kota/Kabupaten di Papua, Ketua Tim Penggerak PKK Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, mitra kerja, PKB/PLKB PNS maupun non PNS, dan para peserta Webinar. Narasumber yang hadir yakni Prof. Dr. Partino, M.Pd, Prof. Dr. Drs. Akbar Silo, MS, dan Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP.

Plh. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua

Webinar yang dibuka oleh Plh. Kepala Perwakilan BKKBN Papua tersebut dimoderatori oleh Koordinator Bidang KSPK, Drs. Djonny Suwuh, dan membahas seputar keadaan stunting di Papua dan penanganan-penanganan yang dapat diterapkan dalam menanggulangi permasalah stunting.

Prof. Dr. Partino, M.P

Prof. Dr. Partino dalam materinya Psikoedukasi Penanganan Stunting di Papua, menyebutkan bahwa stunting sangat dipengaruhi dengan angka kemiskinan, maka harus melihat keadaan di daerah-daerah kabupaten yang sulit dijangkau untuk melihat kondisi nyata stunting di Papua. Prof. Partino juga menyebutkan psikoedukasi sebagai bentuk penanganan yang dapat dilakukan, di samping beberapa tindakan yang telah dilakukan oleh pemerintah. Psikoedukasi sendiri lebih menekankan kepada prevensi atau pencegahan dan mengacu pada pengembangan dan pemberian infomasi yang berbentuk pendidikan / pelatihan pada masyarakat tentang yang digunakan untuk mempengaruhi kesejahteraan psikososial masyarakat.

Prof. Dr. Drs. Akbar Silo, MS

Sementara itu, Prof. Dr. Akbar Silo dalam materi Kebijakan Penanganan Pencegahan Stunting di Provinsi Papua, menyebutkan beberapa kendala utama penanganan stunting di Papua yakni baik dari tingkat kemiskinan, informasi, sumberdaya, dan kemitraan. Ia juga menyampaikan mekanisme dan dimensi kebijakan penanganan stunting di papua, peran pendamping dalam penanganan stunting, dan beberapa rekomendasi program aksi yang dapat disesuaikan oleh BKKBN Papua.

Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP.

Selanjutnya, dalam paparan mengenai Pemanfaatan Sumberdaya Pangan Lokal Melalui Pengembangan Agroindustri Pangan Pedesaan Dalam Mendukung Penanggulangan Stunting, Prof. Imam Santoso mengungkapkan bahwa pemanfaatan sumberdaya pangan lokal dapat mempengaruhi industri pangan lokal dan berdampak pada penanggunalang stunting. Penanggulangan stunting tersebut dapat terwujud dari tersedianya aneka olahan pangan sehat dan bergizi, serta peningkatan pendapatan/kesejahteraan.

Menanggapi materi yang disampaikan oleh para narasumber, Deputi Lalitbang BKKBN RI, Prof. drh. Rizal Damanik, MRepSc, PhD, mengajak para professor untuk berkomitmen memaksimalkan pelaksanaan KKN tematik untuk desa lingkar kampus agar bebas dari stunting, serta kajian-kajian dari perguruan tinggi mengenai pelaksanaan program BKKBN.

Virtual Photoshoot 100 Profesor Bicara Stunting "Gerak Papua Cegah Stunting Kitorang Bisa!"

Dalam hal menangani permasalahan stunting di Papua, merupakan tanggung jawab seluruh keluarga dan harus dilaksanakan secara lintas sektoral, dengan mempertimbangkan masa depan anak bangsa. Disamping itu, dibutuhkan database untuk memetakan sasaran yang tepat secara kontekstual sehingga program-program dapat tersampaikan pula secara tepat. Diharapkan bukan hanya ada kebijakan-kebijakan tentang penanganan stunting, namun juga pelaksanaan dan pengawalan program, sehingga target penurunan angka stunting dari  27.7% di tahun ini menjadi 14 persen di tahun 2024 dapat tercapai. (TK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *