BKKBN Papua Mensosialisasikan Hasil Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP)

Jayapura_Bidang Pelatihan dan Pengembangan Perwakilan BKKBN Papua Menggelar Sosialisasi Hasil Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) Tahun 2019 bertempat di Hotel Grand Talen Abepura, Senin 20/10/2020.

Kegiatan ini di buka secara langsung oleh Plh.Kepala Drs.Jhonny Suwuh. Dalam  arahanya beliau mengatakan bahwa tahun 2020 ini adalah era baru bagi bkkbn, dimana bkkbn telah melakukan banyak perubahan, menuju BKKBN yang lebih energik, inovatif dan merupakan sahabat keluarga. BKKBN melakukan 10 perubahan, yakni 1. Perubahan logo bkkbn 2. Perubahan tagline, yakni dari dua anak cukup menjadi Berencana itu keren 2 anak lebih sehat, 3. Program BKKBN dari KKBPK menjadi BanggaKencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana), 4. Mars KB dengan Aransemen baru, 5. Kampung KB, dari Kampung Keluarga Berencana menjadi Kampung Keluarga Berkualitas, 6. Seragam batik bebas menjadi seragam batik kencana, 7. Tugas PKB, yakni tak hanya penyuluhan namun juga membantu mendistribusikan obat kb, 8. Pil KB kini tidak mengganggu produksi ASI, 9. Suntik KB kini tidak mengganggu Siklus Haid, 10. Implan 6 dan 2 batang kini hanya menjadi 1 batang. Perubahan ini karena BKKBN makin memahami kebutuhan keluarga, karena BKKBN adalah sahabat keluarga, jelasnya.”

Dan dalam mendukung keberhasilan program – program yang BKKBN lakukan demi keluarga Indonesia, perlu dilakukan evaluasi dalam mengukur keberhasilan pelaksanaan program. Hal ini untuk memotret hal – hal yang terjadi di lapangan juga mengidentifikasi permasalahan dan potensi yang kita miliki untuk terus menginterfensi pelaksanaan program. Salah satu instrumen penilaian itu adalah lewat survei yang dilakukan oleh BKKBN bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi, yakni lewat survei kinerja dan akuntabilitas program (SKAP), ungkapnya.”

Survei Kinerja Akuntabilitas Program (SKAP) 2019, sebenarnya merupakan survei tahunan yang dahulu dikenal dengan istilah survei RPJMN.  Survei ini mengukur indikator kinerja yang sasarannya terdapat dalam Rencana Strategis BKKBN.

Survei ini bersifat nasional yang sudah dilakukan beberapa tahun yang lalu, representatif provinsi dan nasional. Survei ini sejak empat tahun terakhir mengalami penambahan beberapa pertanyaan, khususnya yang berkaitan dengan issu kependudukan dan delapan fungsi keluarga.

SKAP di tahun 2019 di Provinsi Papua, telah dilakukan sejak bulan Mei 2019 hingga Agustus 2020, mengambil sampel klaster sebanyak 59 klaster di 29 Kab./Kota di Provinsi Papua, atau mencapai seluruh kabupaten dan kota di provinsi Papua. Sampel responden adalah rumah tangga, keluarga, wanita usia subur dan remaja pria/wanita, dan sejak tahun 2019 ini responden remaja yakni responden berusia 10 s/d 24 tahun belum menikah. Jumlah sampel responden setiap klaster adalah 35 rumah tangga.  Dari setiap rumah tangga terpilih akan diwawancara seluruh keluarga, seluruh WUS 15-49 tahun dan seluruh remaja pria/wanita yang belum menikah umur 10 – 24 tahun.

Sebelum pengumpulan data dilakukan di lapangan, para komponen yang bertugas atau terlibat di SKAP ini telah mengikuti pelatihan baik yang dilaksanakan oleh BKKBN Pusat yakni bagi Superviser dan Fasilitator, dan Pelatihan bagi tenaga enumerator yang dilakukan oleh BKKBN Prov. Papua.

Pelatihan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi masing-masing makna dari setiap pertanyaan. Untuk melatih enumerator menjadi handal yang menguasai baik substansi pertanyaan maupun tehnik penggunaan smartphone.

Dan enumerator atau petugas pengambil data di lapangan adalah tenaga terpilih yang telah mengikuti seleksi terlebih dahulu. Survei SKAP ini telah menghasilkan beberapa data, yang menggambarkan keadaan penggarapan program di lapangan.

Narasumber pada kegiatan ini yaitu Drs.Slamet Teguh, MMT dan Ibu Anita Nurak, S.Ip,M.Si selaku Fasilitator Survey dari Akademisi USTJ Papua. (S.M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *