Program Kelurga Berencana Papua memenuhi target, Tanpa Pembatasan Jumlah Anak

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Program Bangga Kencana (pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana) BKKBN mendukung penyampaian informasi mengenai Kontrasepsi kepada Remaja melalui Pusat Informasi Remaja (PIK-R), Kontrasepsi juga di informasikan pada pasangan akan menikah melalui Konseling kantor Keagamaan (KUA, Gereja, dsb) melibatkan tenaga medis (dokter spesialis, Bidan di Fasilitas Kesehatan/Puskesmas). Jelang hari Kontrasepsi sedunia, 26 September 2020, bagaimana kedudukan kontrasepsi di Papua, yang tidak membatasi jumlah anak? Hal ini di jelaskan oleh Kabid Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Provinsi Papua, Rabu(23/9/2020).

Kabid Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Baso Pikres, SE, menjelaskan sebenarnya Papua sudah memenuhi target pelayanan keluarga berencana yang di berikan BKKBN RI, juga sudah memenuhi protokol kesehatan di masa Pandemi Covid-19 khusus IUD dan Implan.
“Per September 2020 ini pelayanan Kontrasepsi wilayah papua melebihi target yang di tentukan oleh BKKBN RI yaitu 147,19%, Walaupun kecenderungan peserta keluarga berencana baru, di masa Pandemi Covid-19 menurun, tidak semua fasilitas kesehatan memberikan pelayanan KB kepada masyarakat, masyarakatnya takut ke fasilitas kesehatan. Untuk menghindari kontak fisik pelayanan KB masa Pandemi lebih IUD dan Implan pemasangannya 3 tahun sekali,”Jelasnya

Pada waktu yang sama, Kasub bidang bina kesertaan KB jalur pemerintah dan swasta, Anita Ludiyani,SH melengkapi keterangan mengenai jumlah peserta kontrasepsi, Pihaknya menuturkan detail peserta keluarga berencana di Provinsi Papua.
“Capaian kita sesuai target dari BKKBN RI untuk terpenuhi hampir keseluruhan Kabupaten, Kota, di Provinsi Papua, totalnya 854 peserta baru per 21 September 2020, terdiri dari peserta keluarga berencana aktif IUD 131 peserta, Implan 723 peserta, pelayanan Kontrasepsi masih berlangsung berakhir 26 September, pada hari Kontrasepsi dunia, saat ini ada 176.000 peserta keluarga berencana aktif, dengan total 537.413 pasangan usia subur, “Tutupnya.(Prahum/SNT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *