REBRANDING BKKBN BIDIK GENERASI MILENIAL DAN ZILENIAL

Tahun 2020 bisa dibilang menjadi tahun gebrakan yang bersejarah bagi BKKBN. Rebranding besar-besaran yang dilakukan antara lain mengganti logo BKKBN, aransemen ulang Mars KB, mengganti nama program KKBPK (Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga) menjadi Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana), tagline yang berganti dari “Dua Anak Cukup” menjadi “Berencana Itu Keren”, membuat jingle, membuat desain batik Kencana, dan penggantian nomenklatur Kampung Keluarga Berencana menjadi Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB).

Semua dilakukan untuk mengubah image BKKBN yang melekat sebagai instansi yang hanya mengurusi kontrasepsi. Tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi BKKBN agar dapat diterima oleh generasi milenial juga zilenial. Mereka sangat aktif, pilihan aktivitasnya beragam, sangat mengandalkan internet, dan hanya mau menerima sesuatu yang relevan dengan hidup mereka. Oleh sebab itu BKKBN berusaha menjawab tantangan kekinian agar dapat mudah diterima lewat rebranding.

Menurut Susenas (Survey Sosial Ekonomi Nasional, BPS) tahun 2017, jumlah generasi milenial mencapai 88 juta jiwa atau 33,75 % dari total penduduk Indonesia. Sedangkan generasi Z mencapai 29,23 %. Hal ini menunjukkan penduduk Indonesia lebih didominasi oleh oleh generasi Y dan Z dibandingkan generasi sebelumnya atau yang biasa disebut baby boomer.

Dalam buku Profil Generasi Milenial Indonesia yang diterbitkan oleh Kementrian PPA dan BPS tahun 2018, generasi milenial dapat diartikan sebagai generasi yang lahir dalam rentang tahun 1980 sampai tahun 2000. Milenial sangat akrab dengan komunikasi, media, dan teknologi digital. Mereka cenderung kreatif, informatif, mempunyai passion, dan produktif. Sedangkan generasi Z lahir antara tahun 2001 sampai tahun 2010. Generasi Z cenderung serba instan. Mereka terlahir saat teknologi sedang berkembang pesat. Sudah mengenal gadget, smartphone, dan kecanggihan teknologi lainnya ketika usia mereka masih dini. Milenial dan zilenial melibatkan teknologi dalam segala aspek kehidupannya.

Sebagai instansi yang terkenal di era 80/90 an dengan program dua anak cukup, BKKBN ingin kembali eksis dengan wajah dan image yang baru. Karena sesungguhnya urusan BKKBN lebih luas dari hanya sekedar alat kontrasepsi dan jumlah anak. Lebih utama adalah masalah kependudukan dan pembangunan keluarga.  Menggandeng banyak artis dan influencer dalam proses ini nampaknya menjadi strategi jitu dalam mencapai tujuan. Media sosial pun dipilih menjadi media utama dalam mensosialisasikan wajah baru BKKBN.

Perencanaan adalah sebuah kata kunci dalam BKKBN, seperti tertuang dalam kepanjangannya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Masyarakat perlu merencanakan segala aspek kehidupannya sehingga memiliki persiapan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, terutama dalam keluarga. Generasi Milenial dan Zilenial menjadi khalayak utama BKKBN. Mereka diajak untuk merencanakan kehidupannya, mulai dari pendidikan yang ditempuh, pekerjaan yang akan diambil, usia menikah, dan seperti apa keluarga yang akan dibangun. Ajakan ini perlu dikemas dengan cara yang fun dan kekinian, agar tidak terkesan seperti menggurui atau memerintah. BKKBN berusaha hadir menjadi teman dalam menyampaikan pesan-pesan yang bermanfaat. Harapannya, akan tumbuh generasi yang punya mindset perencanaan yang tepat dan memiliki hidup terarah. Sehingga, kualitas hidup keluarga Indonesia juga diharapkan akan menjadi lebih baik (Henderina, Penyuluh KB Perwakilan BKKBN Prov.Papua).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *