Kepala BKKBN Papua: Kader BKR Harus Ikuti Perkembangan Remaja Masa Kini

Pelatihan Pengelolaan Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) bagi kelompok BKR yang dilaksanakan oleh Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua melalui Bidang Pelatihan dan Pengembangan (Latbang)    resmi di tutup (8/11/19) setelah berlangsung selama 3 hari di Aula BKKBN Papua . Pelatihan ini diikuti para kader BKR,Petugas Lapangan KB (PLKB) serta Pengelola Program BKR pada OPD KB  dari  tiga kabupaten yaitu Kabupaten Keerom,Kabupaten Jayapura serta Kota Jayapura.

Pelatihan ditutup secara resmi oleh Kepala Perwakilan BKKBN Papua, Sarles Brabar,SE,M.Si  didampingi Widyaiswara BKKBN Papua Drs Slamet Teguh, M.MT.  Dalam arahannya ketika menutup pelatihan ini dikatakan, BKKBN terus berupaya menguatkan program yang berkaitan dengan Remaja, hal ini sesuai dengan amanahPresiden Joko Widodo yang ingin meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Lebih lanjut dikatakan Sarles Brabar berbicara tentang SDM maka bicara tentang remaja, sehingga remaja perlu dibekali dengan pengetahuan yang lebih baik dan  orangtua diharapkan dapat memberikan contoh yang baik bagi remajanya.

Peran Kader, lanjut  Sarles Brabar juga sangat  penting dalam upaya peningkatan kualitas remaja, sehingga kader juga harus terus meningkatkan pengetahuannya tentang remaja masa kini  karena nantinya banyak hal yang harus disampaikan kader pada orang tua remaja melalui kegiatan BKR. Meningkatkan Pengetahuan tentang remaja  tidak hanya melalui pelatihan yang digelar BKKBN Namun juga melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan dinas lain seperti dinas kesehatan, sebagai wujud kolaborasi dalam upaya menangani remaja.

Sarles Brabar juga menekankan beberapa persoalan remaja yang perlu mendapat perhatian serius para kader BKR diantarnya terkait kehamilan remaja akibat pergaulan bebas serta pernikahan Usia dini yang dapat memicu beragam persoalan seperti perceraian karena belum adanya kesiapan mental ataupun persoalan kesehatan apabila hamil diusia yang sangat muda. Terkait hal ini peran orang tua sangat diperlukan dalam membimbing anaknya remajanya, oleh karena itu keberadaan BKR diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam mengasuh anak remajanya agar terhindar dari dampak pergaulan bebas.

Sementara itu, Rina, salah satu peserta pelatihan yang  merupakan kader BKR asal kabupaten Keerom dalam pesan dan kesannya menyampikan terima kasih atas pelatihan Pengelolaan Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) bagi kelompok BKR yang di gelar BKKBN Papua. Rina berharap setelah mengkuti pelatihan BKR ini seluruh peserta dapat mempraktekkan pengetahuan yang telah diperoleh selama pelatihan dikelompok BKR masing-masing. Ia juga berharap agar  ke Depan BKKBN Papua dapat kembali menggelar pelatihan BKR  namun melibatkan rekan-rekan kader BKR yang belum dilatih

Peserta sedang Praktek Penyuluhan materi BKR

Sebagai informasi, dalam pelatihan BKR ini para kader tidak hanya ditingkatkan pengetahuannya tentang pengelolaan BKR ataupun terkait Materi Penyuluhan pada Modul BKR, namun juga para kader dilatih untuk melakukan penyuluhan dengan beragam teknik agar materi pada modul BKR lebih menarik dan mudah dipahami anggota BKR   (Meldaria/BKKBN)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *