SKAP Papua 2019 Berjalan Sukses

Foto bersama Tim SKAP Papua 2019

Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua  melalui Bidang  Latbang sukses  melaksanakan Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) 2019. Pelaksanaan SKAP 2019 ini berlangsung selama 4 bulan yaitu bulan Mei hingga Agustus 2019 dengan jumlah target survei yaitu  59 klaster yang tersebar di 29 kabupaten/Kota di Papua, jumlah ini meningkat di banding tahun 2018 yang hanya mencakup 19 Kabupaten/Kota.

Pelaksanaan SKAP 2019 ini terlaksana dengan sukses tidak terlepas dari dukungan mitra kerja yakni Universitas Cendrawasih melalui Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) yang tidak hanya dilibatkan sebagai mitra kerja namun juga turut terlibat sebagai fasilitator.

Berbagai tahapan telah dilalui untuk menghasilkan data yang valid pada kegiatan SKAP ini, dimulai dari Pelatihan bagi fasilitator dan Supervisor SKAP dilanjutkan dengan seleksi Enumerator dan pelatihan enumerator, hingga pelaksanaan Survei yang dilakukan menggunakan smartphone.

Kepala Bidang Latbang , Yusuf Manan mengatakan  “berdasarkan hasil Evaluasi, banyak kendala dihadapi Tim SKAP Papua 2019 ketika melakukan pengambilan Data, diantaranya kendala geografis karena terdapat beberapa daerah yang sulit dijangkau,  kondisi keamanan yang kurang kondusif, faktor sarana survei dalam hal ini smartphone yang agak sulit dalam pengambilan titip  GPS serta faktor ketidaksesuaian data jumlah penduduk dilapangan dengan DSK Kluster”. Meskipun demikian  semua kendala tersebut pada akhirnya dapat teratasi dan berhasil menyelesaikan kegiatan SKAP pada tanggal 14 Agustus 2019.

Keberhasilan SKAP 2019 di Papua ini tentu tidak terlepas dari  kerja keras Tim SKAP Papua. Ketua Tim SKAP Papua 2019 yang merupakan dosen pada Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), DR.Hasmi,SKM,M.Kes mengungkapkan apresiasinya terhadap kerja keras Tim SKAP Papua, serta kepada  BKKBN Papua yang telah melibatkan Universitas Cendrawasih melalui Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) pada SKAP 2019.

“kerjasama ini perlu dilanjutkan karena bagi pengajar ini adalah ajang untuk mengaplikasikan ilmu yang kami miliki, karena di Universitas ada Tri Dharma Perguruan tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran serta penelitian dan pengabdian dan di kegiatan (SKAP) ini kami bisa melaksanakan dua kegiatan sekaligus yaitu pengabdian dan penelitian”

Lebih lanjut dikatakan hasmi, harapannya ke depan pihaknya tidak hanya dilibatkan pada kegiatan SKAP namun juga pada kegiatan penelitian lainnya.

Survei SKAP ini sendiri dilakukan BKKBN  bertujuan untuk memperoleh informasi tentang capaian program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga dilihat dari sasaran Kinerja sesuai dengan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) (Tirza/WI)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *